Panorama Gunung Api Banda dilihat dari laut
Kawasan Konservasi · Kementerian Kehutanan RI

Taman Wisata Alam
Pulau Gunung Api Banda

Gunung api aktif di jantung Kepulauan Banda, Maluku Tengah — panorama vulkanik, formasi Batu Angus, dan ekosistem yang terus bersuksesi sejak erupsi 1988.

±671,08
Ha luas kawasan
1992
Penunjukan sebagai TWA
1988
Erupsi terakhir
Banda Neira
Maluku Tengah
Gambaran Umum

Gunung api yang masih hidup di Kepulauan Banda

Berada di Negeri Nusantara, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Gunung Api Banda merupakan kawasan konservasi dengan luas berdasarkan tata batas sebesar ±671,08 Ha. Kawasan ini ditunjuk sebagai TWA melalui SK Menteri Kehutanan Nomor 1135/Kpts-II/1992 tanggal 28 Desember 1992.

Kawasan memiliki karakteristik unik berupa ekosistem gunung api/vulkanik yang masih aktif, dengan proses suksesi alami yang berlangsung sejak erupsi tahun 1988. Potensi utamanya meliputi panorama Gunung Api Banda, formasi lava atau Batu Angus, keanekaragaman flora dan fauna, serta wisata pendakian, bahari, ilmiah, hingga sejarah, budaya, dan religi.

Gunung Api Aktif
Ekosistem vulkanik yang terus bersuksesi alami pasca erupsi 1988.
Batu Angus
Formasi lava beku yang menjadi penanda sejarah letusan gunung.
Wisata Beragam
Pendakian, bahari, ilmiah, hingga sejarah, budaya, dan religi.
Sejarah & Dasar Hukum

Dari letusan menjadi kawasan lindung

Dua titik penting yang membentuk status TWA Pulau Gunung Api Banda seperti sekarang.

1988

Erupsi Terakhir

Letusan Gunung Api Banda tahun 1988 membentuk ulang lanskap kawasan. Sejak saat itu, proses suksesi alami berlangsung dan masih dapat diamati hingga sekarang pada vegetasi dan formasi lava di sekitar kawah.

28 Des 1992

Penunjukan sebagai TWA

SK Menteri Kehutanan Nomor 1135/Kpts-II/1992 menunjuk kawasan ini sebagai Taman Wisata Alam, dengan luas berdasarkan tata batas sebesar ±671,08 Ha.

Dasar Hukum
SK Menteri Kehutanan No. 1135/Kpts-II/1992
Luas tata batas ±671,08 Ha
Negeri Nusantara, Kec. Banda, Kab. Maluku Tengah
Karakteristik Kawasan

Ekosistem yang terus bersuksesi

Sebagai gunung api yang masih aktif, lanskap TWA Pulau Gunung Api Banda terbentuk dari proses vulkanik yang berkelanjutan. Sejak erupsi 1988, vegetasi perintis perlahan menutupi lereng, sementara formasi lava tetap menjadi jejak sejarah geologis kawasan.

  • Kerucut Vulkanik Aktif
    Bentuk kerucut sempurna yang masih menunjukkan aktivitas geotermal di puncaknya.
  • Batu Angus
    Formasi lava beku hasil erupsi yang membentuk lanskap khas di kaki gunung.
  • Suksesi Alami
    Proses pemulihan vegetasi yang masih berlangsung sejak erupsi tahun 1988.
Puncak Gunung Api Banda saat senja
Panorama Kepulauan Banda dari udara
Kekayaan Hayati

Flora & Fauna Khas Banda

Flora

PalaSengon GunungKenariSalawakuPulaiJambu Hutan

Fauna

KuskusRusa TimorBiawak MalukuBerbagai Jenis Burung
Camp pendakian di puncak Gunung Api Banda saat senja
Potensi Wisata

Empat wajah wisata Gunung Api Banda

Wisata Pendakian

Mendaki kerucut vulkanik hingga puncak untuk menyaksikan panorama Kepulauan Banda dari ketinggian.

Wisata Bahari

Menjelajahi perairan sekitar kawasan dengan long boat atau speed boat, termasuk gua-gua laut di sekitarnya.

Wisata Ilmiah

Mengamati proses suksesi ekosistem pasca-erupsi dan karakteristik geologi vulkanik yang khas.

Sejarah, Budaya & Religi

Menelusuri jejak sejarah rempah, budaya lokal, dan situs religi di sekitar Kepulauan Banda.

Aksesibilitas & Navigasi

Menuju Gunung Api Banda

Perjalanan menuju TWA Pulau Gunung Api Banda ditempuh dalam dua tahap: dari Ambon ke Banda Neira, lalu dilanjutkan menuju kawasan.

Tahap 1 — Ambon → Banda Neira
Kapal PELNI
Rute laut reguler dari Ambon
±8 jam
Kapal Cepat
Alternatif lebih singkat lewat laut
±4 jam
Pesawat Udara
Rute tercepat menuju Banda Neira
< 1 jam
Tahap 2 — Banda Neira → Kawasan TWA
Long Boat / Speed Boat

Dari Banda Neira, perjalanan dilanjutkan menggunakan long boat atau speed boat selama sekitar 15 menit menuju kawasan TWA Pulau Gunung Api Banda.

Dokumentasi

Galeri Gunung Api Banda